Love him so much with all my heart and soul..
love him…
Pedulikah???
Jalan yang sama kutapaki sepanjang kepulanganku dari kota Hujan
Deru mesin kereta api yang bising makain meriah dengan teriakan pedagang asongan
Tak hanya itu.. kumpulan pemuda memainkan musik ala pemain band sungguhan
Belum lagi anak-anak yang menyapu sampah bekas bungkus makanan para penumpang
Seolah menjadi pemandangan yang melengkapi suasana di gerbong kereta sore itu
Yah.. itulah potret masyarakat kita… Indonesia yang kaya…
Anak-anak itulah yang menarik perhatianku
Memaksa air mataku menetes dan membasahi pipiku
Sedih… karena iba pada kondisi mereka.. berpakaian lusuh tanpa alas kaki
Haru… karena mereka begitu gigih bertahan hidup dengan cara mereka sendiri
Marah… karena para orang kaya seolah menutup mata terhadap hal ini
Kecewa… karena pemerintah tak mampu merealisasikan janjinya pada Sang Negeri
Bersyukur… karena hingga detik ini aq masih dapat memperoleh kehidupan yang lebih berarti
Itulah perasaan yang berkecamuk dalam diri
Aq sadar mereka adalah bagian dariku… dari kita
Kita harus sadar mereka adalah anak bangsa
Yang layak mendapatkan hal yang sama seperti anak bangsa lainnya…
Kesejahteraan… rasa aman.. pendidikan
Wahai jiwaku… camkanlah
Harapan luas membentang kala motivasi datang
Motivasi takkan pernah putus sepanjang kesungguhan itu ada
Kesungguhan akan hadir jika manusia sadar
Sadar bahwa “kesadaran” juga merupakan manifestasi rasa syukur
Ya Rabb..
Sadarkan hati manusia di muka bumi ini
Bahwa ada orang lain dibelahan dunia yang mengalami kesusahan…
Yang menjalani kehidupan dengan penderitaan dan tangisan..
Hamba percaya dalam tetes keringat dan peluh mereka ada asa membentang
Dalam kesedihan dan tangisan mereka ada banyak impian yang didambakan
Hamba-hambaMu yang sadar pasti akan datang merangkul mereka dengan rasa sayang
Turut membangun mewujudkan cita-cita dan harapan
Jika saatnya datang..
Ketika manusia sadar dengan kemanusiannya. Sadar bahwa ada hal lain yang mengatur segala kehidupannya. Begitupun dengan sebuah pernikahan. Suratan jodoh sudah tergores sejak ruh ditiupkan dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang tahu bagaimana dan berapa lama pernikahnnya kelak.
Lalu menjadikan proses menuju pernikahan bukanlah sebagai beban tapi sebuah ‘proses usaha’. Betapa indah bila proses menuju pernikahan mengabaikan harta, tahta dan ‘nama’. Embel-embel predikat diri yang selama ini melekat ditanggalkan. Ketika segala yang ‘melekat’ pada diri bukanlah dijadikan pertimbangan yang utama.
Pernikahan hanya dilandasi karena Allah semata. Diniatkan untuk ibadah. Menyerahkan secara total pada Allah yang membuat skenarionya. Maka semua menjadi indah. Hanya Allah yang mampu menggerakkan hati setiap umat-NYA. Hanya Allah yang mampu memudahkan segala urusan. Hanya Allah yang mampu menyegerakan sebuah pernikahan. Kita hanya bisa memohon keridhoan Allah. Meminta-NYA mengucurkan barokah dalam sebuah pernikahan. Hanya Allah jua yang akan menjaga ketenangan dan kemantapan untuk menikah.
Lalu, bagaimana dengan cinta? Cinta itu proses. Proses dari ada, menjadi hadir, lalu tumbuh, kemudian merawatnya. Agar cinta itu bisa bersemi dengan indah menaungi dua insan dalam pernikahan yang suci. Cinta tumbuh karena suami/istri (belahan jiwa) bersatu. Cinta paling halal dan suci. Cinta dua manusia biasa, yang berusaha menggabungkannya agar menjadi cinta yang luar biasa. Amin.
Gak tau sebabnya…
Satu jam saja kutelah bisa cintai kamu dihatiku
Namun bagiku melupakanmu butuh waktu seumur hidup
Satu jam saja kutelah bisa sayangi kamu dihatiku
Namun bagiku melupakanmu butuh waktu seumur hidup
Aku butuh teman untuk melalui
Aku butuh kawan untuk berbagi
Aku butuh bayangan untuk mengikuti
Aku butuh mentari untuk menerangi
Aku butuh air untuk menyirami
Aku buttuh pohon untuk meneduhi
Aku butuh pagi setelah gelap hari
Aku butuh tempat untuk kudiami
Aku butuh tersenyum setelah bersedih
Aku butuh hati untuk disayangi
Untuk itulah kuingin kau tetap disini
Hingga kelak kujadikan seorang istri
Adab Ziarah Kubur
Bicara tentang hukum Islam dalam kehidupan sehari-hari rasanya sih bukan kapasitas uty krn memang pengetahuan keagamaanya masih sangat kurang.. Namun banyaknya pertanyaan2 seputar pelaksanaan ibadah yang sesuai dengan tuntunan agama yang mendorongku untuk mencari tahu benarkan aplikasi yang selama ini dijalankan… Satu pembahasan yang krusial berkenaan dengan ini adalah Bagaimana Hukum Ziarah Kubur dan segala hal yang berkenaan dengan itu..
Belum puas membaca kupasan mengenai hal tersebut, maka beralihlah aq mencari artikel di internet… dan jawaban atas pertanyaanku pun terjawab. Berikut uty lampirkan pertanyaan yang jawabannya uty rangkum dari tulisan salah seorang blogger di http://haji-2008.blogspot.com/2009/01/hikmah-dari-ziarah-ke-makam-baqi.html.
- Bagaimana hukumnya mendirikan batu nisan atau meng-ubinkan makam
- Apakah tabur bunga dan air mawar boleh dilakukan di makam?
Begini jawaban atas ketiga pertanyaan tersebut:
Disamping Mesjid Nabawi terdapat makam Baqi, suatu kompleks kuburan yang cukup luas dan berada di tengah kota Madinah. Pekuburan ini sangat berbeda dari kuburan muslimin di negeri kita. Disana, tidak ada nisan bertulisan nama, tak ada tanpa apapun yang membedakannya dari kuburan lainnya.
Dari keterangan Syeh Abdullah, imam musholla dekat pondokan tersebut di Mekkah yang setiap malam berdikusi dalam pengajian dengan para jamaah Indonesia, bahkan Raja Fahd, raja Kerajaan Arab saudi yang baru mangkat pun hanya dikubur dengan tanda 3 buah batu biasa. Inilah cara Islam dalam menguburkan ummat yang meninggal dunia. Tidak ada ritual ziarah dengan membaca surah Yasin diatas kuburan, tidak ada tabur bunga dan tidak ada berbagai kebiasaan lain umat Islam Indonesia dalam berziarah ke kuburan.
Lalu bagaimana filosofi ziarah yang sebenarnya?? Berikut point yang dijelaskan:
- Rasulullah SAW hanya mengajarkan bahwa berziarah ke kubur itu hanya untuk mengingatkan kita yang hidup akan dunia akhirat, serta berdo’a kepada Allah SWT untuk kebaikan orang yang telah meninggal.
- Berdoa dilakukan menghadap kiblat, bukan menghadap kuburan untuk menghindari kecenderungan terjadinya tindakan syirik atau menyekutukan Allah. Rasul melarang berdoa kepada orang yang telah mati dan meminta manfaat atau pencegahan dari bahaya. Allah SWT berfirman “Dan berhala yang kamu seru selain Allah tidaklah sanggup menolongmu, bahkan tidak sanggup menolong dirinya sendiri”. Ditambah dengan sabda Rasulullah SAW “Jika kamu ingin meminta, mintalah kepada Allah dan jika kamu ingin memohon pertolongan, mohonlah kepada Allah”.
- Rasulullah SAW ketika masuk ke pekuburan selalu memberi salam kepada ahli kubur.
- Rasulullah juga bersabda “Jangan duduk diatas kuburan dan jangan sholat menghadapnya
Adapun do’a yang dipanjatkan kepada Allah SWT saat berziarah :
“Mudah-mudahan sejahtera atas kamu hai (penghuni) tempat kaum yang beriman. Apa yang dinjanjikan kepadamu yang masih ditangguhkan besok itu, pasti akan datang kepadamu, dan kami insya Allah akan menyusulmu. “


Recent Comments